Bismillah

    Modul 3.2 membahas tentang Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya, Pembelajaran ini sangat penting untuk dikuasai oleh seorang pemimpin. Sekolah merupakan suatu komunitas yang dimana didalamnya terdapat faktor biotik yaitu unsur yang hidup dan faktor abiotik yaitu faktor yang tidak hidup. Faktor yang hidup contohnya guru, murid, kepala sekolah, pengawas, karyawan sekolah, dan orang tua siswa, sedangkan faktor abiotik adalah keuangan, lingkungan, dan bangunan. kedua faktor tersebut dalam komunitas haruslah saling bersinergi artinya keduanya mempunyai interaksi yang akan membuat komunitas khususnya di sekolah menjadi berkembang lebih baik. Faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya yang ada di sekolah. Komunitas sekolah tentunya mempunyai kekurangan maupun kelebihan dalam hal mengembangkan sekolah menggunakan sumber daya ini. Pengembangan sekolah dengan melihat kekurangan disebut dengan deficit-based approach, pendekatan ini hanya melihat dari kekurangan yang ada di sekolah sehingga hanya fokus pada masalah, selalu bertanya apa yang kurang, fokus mencari bantuan, menyelesaikan masalah hanya dengan program, mengatur kelompok yang bisa menyelesaikan masalah (Green & Haines, 2010). Sedangkan pengembangan berbasis kelebihan atau aset disebut dengan asset-Based Approach atau Asset-Based Community Development, pendekatan ini lebih melihat apa yang dipunyai oleh sekolah untuk pengembangan sehingga menjadikan sekolah fokus pada kekuatan, membayangkan masa depan, berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih, merancang rencana dengan berdasarkan visi dan kekuatan, dan melaksanakan aksi yang sudah diprogramkan  (Green & Haines, 2010). Melihat pemaparan ini, bagi seorang pemimpin yang baik tentunya dalam mengembangkan haruslah melihat dari kekuatan apa yang dipunyai oleh sekolah sehingga perngembangan sekolah menjadi kearah yang positif
    Seorang pemimpin harus pandai meilhat sumber daya yang ada di sekolah sehingga tidak terpengaruh oleh kekurangan yang dipunyai oleh sekolah ketika melaksankan program sekolah. Kekuatan atau aset yang dimiliki oleh sekolah (Green & Haines,2010) antara lain: 
  1. Modal Manusia: Sumber daya ini adalah yang paling penting dalam komunitas sekolah yang terdiri dari; kepala sekolah, guru, murid, karyawan sekolah, orang tua siswa, dan pengawas.
  2. Modal Sosial: Norma yang mengikat, Kerjasama  dan memiliki pandangan masa depan yang ada, dan komunitas.
  3. Modal Politik; Mempengaruhi kebijakan yang ada di sekolah mengenai sumber daya yang lain.
  4. Modal Agama dan Budaya: Agama;Mengintegrasikan perilaku individu di komunitas. Budaya; Nilai atau tradisi yang dianut, Hasil Cipta Karya, dan Karsa manusia, Bentuk yang dapat dipelajari melalui kualifikasi akademik.
  5. Modal Fisik: Bangunan untuk belajar dan sarana/prasarana.
  6. Modal Lingkungan Alam: Bumi, udara, air, tumbuhan, tanah, hasil pohon, dan lain lain
  7. Modal Finansial: Keuangan yang jelas dan pengetahuan wirausaha.
        Pengelolaan 7 sumber daya diatas sangat berpengaruh terhadap perkembangan sekolah, contohnya yang paling utama yaitu sumber daya alam manusia. Seorang kepala sekolah yang merupakan pimpinan sangat penting memberikan program-program yang tepat untuk mengembangkan sekolah dengan memanfaatkan sumber daya dari guru, murid, orangtua siswa, maupun pengawas. Sumber daya biotik ini harus bisa berelasi dengan baik dengan kemampuan yang ada dengan memanfaatkan sumber daya yang lain yang dipunyai sekolah, sehingga dengan demikian pengembangan sekolah kearah yang positif  akan berjalan lancar dan tidak ada hambatan. Contohnya jika di sekolah akan mengadakan Pekan Kreatifitas Siswa dengan keterbatasan yang ada, kepala sekolah bisa menggunakan pemikiran positif dari guru-guru dan masukan dari orangtua murid untuk memanfaatkan potensi atau sumber daya  murid yang ada dengan mereka menampilkan apa yang mereka bisa. Memanfaatkan meja sekolah untuk dijadikan panggung dan sound yang dipunyai sekolah.
        Dus, modul 3,2 Pemimpin Pembelajaran Dalam Pengelolaan Sumber Daya ini jika di terapkan dengan baik dan tepat akan menumbuhkan iklim sekolah yang positif dan terkait dengan modul tentang budaya positif. Ketika memutuskan memanfaatkan sumber daya yang dipakai untuk program di sekolah yang mengikuti paradigma perubahan positif melalui langkah BAGJA, pemimpin juga akan menemukan dilema etika yang harus diputuskan. Disini seorang pemimpin memutuskan dengan didasari dengan keberpihakan kepada murid, nilai kebajikan, dan bertanggung jawab dengan apa yang diputuskan. Menggali sumber daya manusia yang di sekolah juga contohnya dari guru seorang pemimpin dapat mengunakan teknik coaching yang berprinsip pada kemitraan yang sejajar, menggali potensi dari sumber daya sendiri,. dan mempunyai tujuan. Kemudian ketika menggali potensi dari sumber daya manusia memerlukan Kompetensi Sosial dan Emosional yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, bagaimana dia harus mengendalikan dirinya, harus dalam kesadaran penuh, pintar berelasi dan berkolaborasi. Intinya sebagai pemimpin haruslah menjadi teladan, pemberi motivasi, dan pendorong bagi komunitas di sekolah seperti filosofis Ki Hajar Dewantara Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani sehingga tujuan utama pendidikan yaitu untuk kebahagian jiwa dan raga murid-murid akan tercapai.    
    Bagi saya pribadi pembelajaran modul ini sangat berpengaruh, ketika saya belum mempelajari mudul 3.2 ini,, dalam menjalankan tugas, melaksanakan program, ataupun dalam kehidupan sehari-hari saya saya selalu berpikiran apa yang kurang dalam menjalankannya sehingga ada rasa pesimis yang begitu luar biasa. Akan tetapi setelah mempelajari modul ini pengaruh dalam wawasan dan tindakan saya berubah. Saya berusaha melihat hal yang positif sehingga sekarang yang tumbuh adalah rasa optimis dalam melaksanakan apapun.

 Terima kasih semoga bermanfaat.




Comments